Selasa, 22 April 2014

Seminar Ekonomi Bangsa #SEBFEUNY

Indonesia memiliki potensi yang sangat besar menjadi negara maju melalui bidang perekonomian yang ditunjang dari hasil BUMN dan usaha kecil yang digalakkan oleh setiap masyarakat. Hal itu dapat dilihat bahwa Indonesia memiliki Masterplan Percepatan dan Perluasan Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2011-2015 yang memiliki Visi "Mengangkat Indonesia menjadi Negara Maju dan merupakan kekuatan 10 besar dunia di tahun 2030 dan 6 besar dunia tahun 2050.
            Namun pada kondisi saat ini, perekonomian Indonesia masih belum menentu. Hal ini tak luput dari kebijakan pemerintah dalam menetapkan setiap kebijakan yang menyangkut hal perekonomian. Oleh sebab itu ditengah kondisi perekonomian yang masih belum menentu ini, terpilihnya pemimpin baru juga akan membawa dampak positif bagi perekonomian Indonesia di masa yang akan dating.

       Oleh karena hal itulah, pada tahun 2014 ini BEM FE UNY mengadakanSEMINAR NASIONAL EKONOMI BANGSA 2014 dengan tema “Meneropong Perekonomian Indonesia Pasca 2014”. Kegiatan ini merupakan program untuk mengkaji dan memberikan gambaran tentang perekonomian Indonesia di masa yang akan datang, sehingga kita selaku mahasiswa dan juga masyarakat pada umumnya akan mampu berperan aktif untuk ikut memajukan perekonomian Indonesia.

Pertumbuhan Ekonomi Naik akibat Pemilu

JAKARTA. Hajatan politik lima tahun sekali dinilai memberikan bumbu tersendiri terhadap perekonomian tanah air. Pemilihan umum (pemilu) legislatif yang digelar pada bulan April 2014 memberikan dorongan pertumbuhan ekonomi triwulan I.

Bank Indonesia (BI) memperkirakan ekonomi triwulan I bisa tumbuh 5,8%. Direktur Eksekutif Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Juda Agung mengatakan pertumbuhan ekonomi yang tinggi pada periode pertama tahun politik ini sebagai akibat pemilu. "Pemilu dorong konsumsi rumah tangga," ujar Juda akhir pekan lalu.

Otoritas moneter ini memang memperkirakan kontribusi pemilu 2014 terhadap pertumbuhan sebesar 0,1%. Sebelumnya BI memprediksi kontribusi sebesar 0,2%. Penurunan ini akibat semakin ketatnya pengawasan dari penegak hukum terhadap penyelenggaraan pemilu tahun ini. 

Menurut Juda, karena dampak pemilu sebagian besar sudah terjadi pada triwulan I maka pada triwulan II dampak pemilu sudah berkurang. Akibatnya, pertumbuhan ekonomi pada triwulan II akan sedikit di bawah triwulan I yaitu sekitar 5,7%.

Prediksi BI ini senada dengan pemerintah. Wakil Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menjelaskan pemerintah melihat pertumbuhan ekonomi pada triwulan I tidak jauh berbeda dengan BI yaitu 5,7%. Bambang melihat pertumbuhan ini sebagai akibat konsumsi rumah tangga yang masih kuat akibat pemilu.

sumber : http://nasional.kontan.co.id/news/pemilu-dongkrak-pertumbuhan-ekonomi-triwulan-i

Profil Faisal Basri

Faisal Basri memiliki nama lengkap Faisal Batubara. Ia lahir di Bandung, Jawa Barat, 6 November 1959. Faisal Basri adalah ekonom dan seorang politikus. Nama Basri ia ambil dari nama ayahnya yakni Hasan Basri Batubara. Faisal Basri juga merupakan keponakan dari almarhum mantan wakil presiden RI Adam Malik.

Faisal Basri adalah salah satu pendiri Mara (Majelis Amanah Rakyat) (yang merupakan cikal bakal Partai Amanat Nasional) dan beberapa organisasi nirlaba seperti Yayasan Harkat Bangsa, Global Rescue Network, dan Yayasan Pencerahan Indonesia. Sejak tahun 2000, Faisal juga diangkat menjadi anggota Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU).
Pada Oktober 2011, Faisal Basri menggandeng Biem Benyamin, putra tokoh legendaris Betawi Benyamin Sueb maju mencalonkan diri sebagai calon Gubernur DKI Jakarta dari jalur independen.


Pendidikan :
- Sarjana Ekonomi, Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI), Jakarta, 1985
- Master of Arts (M.A.) dalam bidang Ekonomi, Vanderbilt University, USA, 1988

Pekerjaan :
- Anggota Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU)- sejak 2000
- Dosen, Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia-sejak 1981
- Pengajar pada Program Magister Akuntansi (Maksi), Program Magister Manajemen (MM),
- Program Magister Perencanaan dan Kebijakan Pembangunan (MPKP), Program
- Pascasarjana Universitas Indonesia (1988-sekarang).
- Kepala Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat, Fakultas Ekonomi Universitas
  Indonesia (LPEM-FEUI), 1993-1995
- Expert (dan Pendiri), Instutute for Development of Economics & Finance (Indef),
  1995-2000
- Ketua, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Perbanas Jakarta 1999-2003
- Anggota Tim Asistensi Ekuin Presiden RI, 2000
- Ketua Editor, Jurnal Kebijakan Ekonomi (JKE), diterbitkan oleh Magister
  Perencanaan dan Kebijakan Publik, Fakultas Ekonomi Universitas, 2005-sekarang.

Pengalaman Organisasi:
- Anggota American Economist Association (AEA)
- Anggota Society for International Development (SID)
- Pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) bergabung 1998-2000 sebagai
- Sekretaris Jenderal; 2000-01 sebagai Ketua yang membawahi bidang
- Penelitian dan Pengembangan; Januari 2001 mengundurkan diri
- Penggagas dan Ketua Presidium Nasional Pergerakan Indonesia (PI)2003-2005,

Profil Syariefudin Hasan


Syarief Hasan adalah seorang politisi Indonesia yang menjadi Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia pada Kabinet Indonesia Bersatu II. 
Pernah menjabat sebagai anggota Komisi XI dan Panitia Anggaran DPR pada periode 2004-2009.
Syarif Hasan meraih gelar Magister Business Administration dari California State University.

Karier

·         Anggota Komisi XI dan Panitia Anggaran DPR (2004)
·         Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia (2009- sekarang)

Kamis, 17 April 2014

Dapatkan Kaos Dahlan

Yuuuk ikutan Seminar yang ngadain BEM FE UNY 2014, yang belum daftar langsung aja daftar. dapet kaos ini free loooooh jika beruntung. buruan mumpung masih ada kesempatan. langsung aja Hub 089678440205 (Lisa)

Profil Dahlan


Dahlan Iskan lahir di Magetan pada tanggal 17 Agustus 1951. Saat ini beliau menjabat sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara Indonesia Kabinet indonesia Bersatu di bawah pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono. Sejak 19 Oktober 2011 lalu, Dahlan Iskan resmi menjabat, menggantikan Mustafa Abubakar.
Sebelum dikenal sebagai sosok penting bagi perkembangan Indonesia saat ini, Dahlan Iskan adalah seorang reporter surat kabar di Samarinda, Kalimantan Selatan. Satu tahun kemudian, 1976, Dahlan Iskan beralih profesi menjadi seorang wartawan majalah Tempo. Karirnya berkembang dengan baik, sehingga pada tahun 1982, Dahlan Iskan ditunjuk sebagai pimpinan surat kabar Jawa Pos hingga tahun 2012. Pada awal 2009, Dahlan Iskan mulai mengembangkan karirnya dengan menjabat sebagai komisaris PR Fangbian Iskan Corporindo (FIC). Perusahaan tersebut membangun Sambungan Komunikasi Kabel laut (SKKL) antara Surabaya dan Hong Kong dengan panjang serat optik 4.300 kilometer.
Sejak akhir tahun 2009, Dahlan Iskan memimpin PLN. Dia menggantikan Fahmi Mochtar sebagai Direktur Utama PLN.  Prestasi Dahlan Iskan dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat dalam listrik, tentunya, mendapatkan respon positif dari pemerintah. Pada 17 Oktober 2011, Dahlan Iskan terpilih sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk menggantikan Mustafa Abubakar.
Pada Desember 2012, Dahlan memperkenalkan secara resmi mobil sport listrik buatan anak bangsa Tucuxi   di Gelora Bung Karno, Jakarta Selatan. Pembuatan mobil listrik, baik yang berkonsep citycar maupun Tucuxi, merupakan proyek pribadinya.

Pada 8 Juli 2013, Dahlan menerima gelar honoris causa di bidang komunikasi dan penyiaran Islam dari IAIN Walisongo Semarang. Dahlan mengiukuti konvensi Calon Presiden Partai Demokrat. Namun dia berjanji tidak akan menggunakan Grup Jawa Pos untuk kepentingannya di konvensi.Dia akan menjaga profesionalitas medianya dalam pemberitaan konvensi.